nav-left cat-right
cat-right
ADVERTISEMENT
kumpul-blogger

5 Programming Tips For Dummy

Kali ini kami akan mencoba memberikan tips praktis yang mungkin dapat bermanfaat, jika sudah ahli, silahkan tambahkan agar tips-nya dapat lebih berbobot lagi. Sebelum mulai, Anda pasti setuju (harus!), saat ini tool pemrograman menjadi begitu fleksibel dan relatif mudah, bagaimana tidak, saat ini begitu banyak tool pemrograman yang user friendly yang saling terintegrasi dalam IDE (Integrated Development Environment). Tapi seringkali seorang programmer pemula (contohnya saya sendiri), seringkali keasyikan atau boleh dibilang dimanjakan dengan kemudah yang ada sehingga terkadang bahkan seringkali programmer tidak mengerti kode apa yang berjalan dibalik kemudahan tersebut. Ok langsung kita mulai.

post_020709



post_020709-2



post_020709-3


  1. Kenali lebih dalam, Saat pertama kali belajar sebuah IDE bisa VB, Delphi, NetBeans dan lain-lain seringkali kita malas untuk mengganti nama default sebuah objek yang kita pakai, contoh mengganti property name dari text box, hal ini sepele, tapi dengan memberikan nama yang lebih dapat mewakili nilai apa yang diwakili sebuah objek, akan menghemat waktu dalam penggunaanya sepanjang proses pengkodean. Gunakan prefix jenis objek tersebut baru kemudian nama variabel yang diwakili contoh : text box untuk input Kota property name-nya bisa kita rubah dari text1 menjadi txtKota, dengan begitu saat proses pengkodean berikutnya kita tidak menghabiskan waktu untuk selalu mengecek property pada form designer.
  2. KISS (Keep It Simple Stupid), Salah satu kebiasaan programmer pemula seringkali tidak dapat menahan untuk memoles form agar tampil “menawan”, yang seringkali mengesampingkan fungsi dari form itu sendiri. Contohnya penempatan terlalu banyak gambar, penggunaan background, kombinasi warna yang kontras, penempatan tombol, dan lain-lain. Memang tidak ada rumus pasti bagaimana membuat form yang cantik sekaligus sesuai fungsinya. Nah untuk satu ini usahakan untuk mengedepankan fungsi baru kemudian kosmetik ^^, desain form yang simple tidak selalu lebih buruk dari desain form yang “rame” , dengan menjaga agar form simple dan mudah digunakan, ujung-ujungnya akan membantu kita untuk lebih fokus untuk mengembangkan fungsi dari form tersebut. dibandingkan menghabiskan waktu demi desain yang belum tentu berguna.
  3. Konsisten, Masih berhubungan dengan tips no 1 dan 2, setiap object telah diberi property name yang sesuai, desain form sudah simple, jika semua itu sudah yang kita perlukan kemudian adalah konsistensi, jika di form1 kita menggunakan prefix txt untuk mewakili jenis object textbox tetap gunakan prefix ini seterusnya,  hal ini akan mencegah ambiguitas jika dua jenis object berbeda memiliki prefix yang sama. Untuk desain usahakan tombol navigasi, corak warna dan lain-lain selaras antara form satu dengan yang lainnya, hal ini akan mempermudah user atau pengguna program kita nantinya, karena user tidak harus belajar atau mencari tombol saat berpindah form satu ke form yang lainnya. Selain itu menggunakan desain yang serupa kita bisa menghemat waktu mendesain form.
  4. The Power of Code, Adanya Wizard atau property di setiap object yang ada dalam IDE, seringkali membuat kita enggan untuk bersusah-susah menuliskan beberapa larik kode, karena dapat diwakili dengan mensetting di property object tersebut. Tapi bukankah letak seni pemrograman adalah code itu sendiri? selain itu dengan sedikit mungkin menggunakan wizard dan mensetting langsung diproperty, Kita akan lebih mengenal flow atau alur logis dari setiap instruksi program yang kita buat, sehingga anda memegang kontrol penuh bagaimana program berjalan nantinya.  Hal ini juga mempermudah saat maintenance dan proses debuging program, akan lebih mudah mengcopy code dibandingkan dengan objectnya secara langsung saat kita menggunakan object dengan versi yang berbeda.
  5. Selalu Validasi Input, Salah satu prinsip nyeleneh dalam programming yaitu “Never trust user”, jangan pernah langsung memproses setiap data yang diinput oleh user program, validasi adalah sebuah keharusan. Proses validasi ini berguna untuk menghindari salah input yang selain akan merusak atau mengacaukan data juga dapat membuat program berhenti mendadak saat runtime istilahnya runtime error. Hal mudah untuk melakukan validasi adalah sesuaikan property object dalam form dengan property object yang diwakilinya. Contoh jika sebuah textbox dengan nama txtIdBarang mewakili field IdBarang disebuah table sesuaikan tipe data, panjang field yang dapat ditampung, misalkan idBarang dalam table memiliki panjang 12 karakter, sesuaikan dengan maximum karakter yang dapat diinput user di property txtIdBarang,selain itu tambahkan routine untuk mengecek dan memvalidasi data input sebelum proses Save/update/delete ke dalam database dilakukan, hal yang nampaknya sepele ini dapat membantu setiap input user sesuai dan benar.

Semoga 5 tips simple ini dapat bermanfaat, dan bila Anda memiliki tips lain silahkan tambahkan tips Anda lewat komentar dibawah ^^

Happy Coding! dan Tetap Semangat !